Ntbaktual.com, Lombok Barat – Kantor Kementrian Haji dan Umroh Kabupaten Lombok Barat mulai mempersiapkan proses verifikasi data calon jemaah haji reguler tahun 2027. Tahapan ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, puskesmas, serta Kantor Imigrasi guna memastikan seluruh persyaratan jemaah terpenuhi sejak dini.
Hal tersebut disampaikan oleh H. Suparlan, S.pd.i., M.si., saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Lombok Barat, Gerung, Senin (20/7/2026).
H. Suparlan menjelaskan bahwa informasi mengenai jadwal verifikasi akan diteruskan secara berjenjang melalui camat, kepala desa hingga kepala dusun. Selain itu, Kemenag juga menggandeng Dinas Kesehatan melalui para programmer haji di setiap puskesmas untuk menyampaikan informasi kepada calon jemaah yang masuk dalam daftar keberangkatan tahun 2027.
Menurutnya, koordinasi lintas instansi dilakukan lebih awal agar seluruh proses dapat berjalan tertib dan efisien. Kementrian Haji dan Umroh juga telah menyiapkan sistem aplikasi antrean untuk mempermudah proses verifikasi sehingga pelayanan kepada calon jemaah menjadi lebih teratur.
“Mulai tanggal 27 hingga 31Juli akan dilaksanakan verifikasi data calon jemaah. Pada tahapan ini, kami akan mencocokkan identitas, memeriksa kelengkapan dokumen, serta memastikan kesiapan masing-masing calon jemaah,” ujar H. Suparlan.
Ia menambahkan, data yang diverifikasi masih bersifat dinamis karena jumlah calon jemaah dapat berubah apabila terdapat jemaah yang meninggal dunia, mengundurkan diri, atau belum melengkapi persyaratan administrasi. Jika terjadi perubahan, kuota akan diisi oleh calon jemaah sesuai nomor urut porsi berikutnya.
Dalam proses tersebut, peran Dinas Kesehatan dinilai sangat penting. Petugas kesehatan di puskesmas akan melakukan identifikasi awal terhadap kondisi kesehatan calon jemaah sehingga mereka yang memiliki riwayat penyakit dapat memperoleh pembinaan dan pengobatan lebih dini sebelum pemeriksaan kesehatan akhir.
“Kami ingin kondisi kesehatan jemaah dipantau sejak awal. Dengan begitu, ada waktu bagi tenaga kesehatan untuk melakukan pembinaan sehingga saat pemeriksaan akhir, jemaah benar-benar siap berangkat,” jelasnya.
Selain verifikasi administrasi dan kesehatan, Kemenhaj juga berencana membentuk kelompok dan rombongan jemaah lebih awal. Langkah ini bertujuan agar para calon jemaah saling mengenal, membangun komunikasi, serta memudahkan koordinasi dengan petugas haji sebelum masa keberangkatan.
H. Suparlan berharap seluruh pihak dapat mendukung percepatan penyelesaian verifikasi data. Menurutnya, semakin cepat data calon jemaah selesai diverifikasi, maka tahapan persiapan penyelenggaraan ibadah haji berikutnya juga akan lebih mudah dan terencana.
Proses verifikasi ini merupakan bentuk kolaborasi antara Kemenhaj, Dinas Kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta Kantor Imigrasi dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada calon jemaah haji Kabupaten Lombok Barat menuju penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027 yang tertib, aman, dan lancar.











