Lombok Barat, Ntbaktual.com – Tingginya animo masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke SMK Negeri 1 Gerung kembali terlihat pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Bahkan sebelum seluruh tahapan penerimaan selesai, jumlah pendaftar sudah melampaui kapasitas yang tersedia.
Kepala SMKN 1 Gerung, Hj. Erni Zuhara, M.Pd., mengatakan sekolah hanya mampu menerima 396 peserta didik baru yang terbagi dalam 11 rombongan belajar (rombel). Sementara hingga berakhirnya jalur Domisili dan Afirmasi, jumlah pendaftar telah mencapai 516 orang.
“Masih ada satu tahapan lagi, yaitu jalur nilai rapor atau prestasi yang dibuka pada 1 sampai 3 Juli. Jadi jumlah pendaftar masih bisa bertambah,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/6/2026).
Menurut Erni, meningkatnya jumlah pendaftar menjadi bukti tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di SMKN 1 Gerung. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi tantangan karena sekolah masih menghadapi keterbatasan fasilitas belajar.
Ia menjelaskan, berdasarkan standar pelayanan minimal, sekolah membutuhkan 33 ruang kelas. Saat ini baru tersedia 17 ruang kelas sehingga masih kekurangan 16 ruang belajar.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, pihak sekolah memanfaatkan sejumlah ruangan yang ada sebagai ruang belajar sementara, termasuk mengalihfungsikan sebagian ruang perpustakaan agar proses pembelajaran tetap berjalan efektif.
“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik meski sarana yang tersedia masih terbatas,” katanya.
Keterbatasan daya tampung juga menyebabkan tidak semua calon siswa dapat diterima. Pada tahun lalu sekitar 108 pendaftar terpaksa dialihkan ke sekolah lain. Tahun ini jumlah tersebut diperkirakan bertambah karena pendaftar sudah melebihi kuota sebelum seluruh jalur seleksi selesai.
Selain ruang kelas, fasilitas praktik juga masih menjadi pekerjaan rumah. Dari delapan program keahlian yang dimiliki, baru Program Keahlian Perhotelan dan Busana yang memiliki ruang praktik khusus. Jurusan lainnya masih memanfaatkan fasilitas yang tersedia secara bergantian.
Meski demikian, prestasi siswa tetap mampu bersaing. Salah seorang siswa SMKN 1 Gerung bahkan berhasil menorehkan prestasi pada ajang kompetensi keterampilan tingkat nasional sebagai wakil Indonesia Timur.
Erni menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas tidak menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pendidikan. Menurutnya, seluruh guru tetap berkomitmen mencetak lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
Pihak sekolah juga telah mengusulkan penambahan ruang kelas kepada Pemerintah Provinsi NTB. Ia menyebut Gubernur NTB telah meninjau langsung kondisi sekolah pada 28 Februari 2026 dan memberikan perhatian terhadap kebutuhan pembangunan ruang belajar baru.
Di sisi lain, sekitar 68 hingga 70 persen peserta didik SMKN 1 Gerung berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi kurang mampu. Sebagian merupakan penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH), sementara sebagian lainnya berasal dari keluarga yang belum mendapatkan bantuan.
“Karena itu kami tidak hanya memberikan pendidikan, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan agar siap bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan setelah lulus,” jelasnya.
Berdasarkan data sekolah, lebih dari 87 persen lulusan SMKN 1 Gerung telah terserap di dunia kerja, membuka usaha sendiri, atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif meski dengan keterbatasan fasilitas.
“Kami berharap dukungan pemerintah terhadap pembangunan sarana dan prasarana sekolah dapat segera direalisasikan agar semakin banyak anak-anak di Lombok Barat yang memperoleh akses pendidikan vokasi yang berkualitas,” tutup Erni.











