Menu

Mode Gelap

Berita · 19 Jan 2026 19:45 WITA ·

Laskar Gibran NTB Apresiasi Pelatihan Juleha SKKNI LSH Hidayatullah di Lombok Barat.


 Laskar Gibran NTB Apresiasi Pelatihan Juleha SKKNI LSH Hidayatullah di Lombok Barat. Perbesar

LOMBOK BARAT — Ntbaktual.com – Lembaga Sembelih Hidayatullah (LSH) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem halal di Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi Juru Sembelih Halal (Juleha) berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Program ini menjadi bagian penting dalam upaya menjamin keamanan, kehalalan, dan kualitas pangan dari hulu hingga hilir.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (19–20 Januari 2026), tersebut digelar di Aula Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Barat. Puluhan peserta mengikuti pelatihan ini, yang mayoritas merupakan pelaku usaha dan pemasok daging, termasuk penyedia protein hewani yang mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Pemerintah Pusat.

Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi teknis dan pemahaman peserta terkait proses penyembelihan hewan yang tidak hanya memenuhi aspek halal, tetapi juga prinsip *thayyib*, yakni baik, higienis, dan beretika sesuai tuntunan syariat Islam dan standar kesehatan pangan.

Sekretaris Laskar Gibran NTB, Ranggalawe, yang hadir dalam pembukaan acara tersebut menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pelatihan Juleha tersebut. Menurutnya, keberadaan juru sembelih halal yang kompeten dan tersertifikasi merupakan pondasi dasar dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis agar lebih higienis dan memiliki jaminan kehalalan yang kuat.

“Kami dari Laskar Gibran NTB sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh LSH Hidayatullah bersama Kementerian Agama. Kabupaten Lombok Barat mayoritas penduduknya Muslim, sehingga mengonsumsi makanan yang halal dan thayyib merupakan sebuah kewajiban,” ujar Ranggalawe.

Ia menekankan bahwa dalam penyediaan protein hewani, proses penyembelihan menjadi tahapan krusial. Tidak cukup hanya halal secara hukum, namun juga harus memenuhi prinsip *thayyib*, seperti penggunaan alat sembelih yang tajam, perlakuan yang baik terhadap hewan, serta penerapan standar penyembelihan yang seragam dan terukur.

“Proses penyembelihan ini perlu distandarkan agar cara dan hasilnya uniform. Standar inilah yang disampaikan dan diperkuat dalam kegiatan pelatihan Juru Sembelih Halal ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ranggalawe menilai kehadiran Juleha profesional akan memberikan dampak strategis bagi daerah. Selain meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk daging lokal, hal ini juga memperkuat posisi NTB sebagai destinasi wisata halal unggulan nasional.

“Ini adalah bagian dari pelayanan negara kepada masyarakat, khususnya dalam mengawal Program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Semua proses, mulai dari penyembelihan hingga penyajian, harus halal dan thayyib. Tidak hanya untuk umat Islam, tetapi untuk seluruh umat manusia,” tegasnya.

Atas dasar tersebut, Laskar Gibran NTB menyatakan dukungan penuh terhadap pelatihan dan sertifikasi Juru Sembelih Halal yang digelar LSH Hidayatullah. Ranggalawe juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat serta seluruh peserta yang mengikuti pelatihan dengan penuh kesungguhan.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada LSH Hidayatullah, Kementerian Agama, dan seluruh peserta Juru Sembelih Halal. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam menjamin ketersediaan pangan yang halal, sehat, dan berkualitas,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pimpinan Islahudiny Desak TV One Minta Maaf Atas Tayangan Yang Diduga Mencemarkan Nama Baik Ponpes

16 Juli 2026 - 10:06 WITA

Tutup Muharram Dengan Kepedulian, BAZNAS Bahagiakan Anak 50 Anak Yatim Bersama Para Darmawan

15 Juli 2026 - 19:19 WITA

BAZNAS Lombok Barat Jelaskan Mekanisme Infak Dalam Program Bantuan Gerobak UMKM

8 Juli 2026 - 18:53 WITA

SMKN 1 Gerung Dibanjiri Pendaftaran, Kekurangan 16 Ruang Kelas Jadi Tantangan Tingkat Layanan Pendidikan

30 Juni 2026 - 20:22 WITA

SPMB SMKN 1 Kuripan 2026 Dibuka Tiga Jalur, Kuota 360 Siswa, TKJT Jadi Program Paling Diminati

25 Juni 2026 - 17:57 WITA

Hj. Evi Epita Maya Ajak Warga Desa Giri Sasak Perkuat Persatuan Melalui Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

13 Juni 2026 - 18:59 WITA

Trending di Berita