Ntbaktual.com – Lombok Barat, NTB — Setahun sudah kepemimpinan H. Lalu Ahmad Zaini bersama Hj. Nurul Adha menakhodai Kabupaten Lombok Barat. Refleksi yang digelar di Gerung menjadi momentum evaluasi sekaligus penegasan arah pembangunan memperkuat indikator kesejahteraan dan membangun identitas daerah yang lebih progresif.
Indikator Makro Menguat, Tata Kelola Melesat
Di tengah tantangan fiskal dan dinamika birokrasi, sejumlah capaian strategis berhasil diraih:
IPM meningkat dari 72,70 menjadi 73,5.
Usia Harapan Hidup naik menjadi 73,03 tahun.
Stunting ditekan melalui pemantauan berbasis digital oleh kader di lapangan.
Indeks Reformasi Birokrasi mencapai 82,75 tertinggi di NTB.
Pemerintah daerah menilai capaian tersebut sebagai hasil kerja kolektif dan disiplin tata kelola yang semakin terstruktur.
Islamic Center, Poros Peradaban dan Ekonomi Baru
Salah satu agenda strategis yang tengah diproses adalah pembangunan Islamic Center modern di atas lahan 5 hektare di kawasan timur Taman Kota Gerung. Dokumen pengajuan kini menunggu persetujuan Kementerian Agama sebelum dilanjutkan ke Kementerian PUPR.
Bupati LAZ menyebut proyek ini sebagai pusat peradaban yang tidak hanya berfungsi religius, tetapi juga edukatif dan produktif secara ekonomi.
“Kita ingin Gerung punya ikon yang hidup, yang menghadirkan aktivitas siang dan malam,” ujarnya.
Revitalisasi Pasar dan Alun-Alun, Bangun Ekonomi Malam
Transformasi juga menyasar Pasar Gerung yang akan direvitalisasi menjadi pasar modern, serta penataan Alun-Alun Giri Menang yang ditargetkan rampung sebelum HUT Lombok Barat pada 17 April.
Kebijakan ini sejalan dengan geliat UMKM yang kian terasa. Program Car Free Night bahkan mampu mencatat perputaran ekonomi hingga Rp185 juta per minggu menjadi indikator bahwa ruang publik yang aktif berdampak langsung pada pelaku usaha kecil.
1 Miliar per Desa, Dorong Ekonomi Akar Rumput
Menatap 2026, Pemkab menyiapkan program “1 Miliar per Desa”. Skema ini memastikan alokasi minimal Rp1 miliar bagi setiap desa berdasarkan hasil Musrenbangdes. Targetnya jelas, mempercepat pemerataan pembangunan hingga tingkat dusun dan menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Kepemimpinan Dinamis, Tim Semakin Solid
Diais lain, Wakil Bupati UNA mengakui dinamika awal pemerintahan yang penuh percepatan. Namun, menurutnya, tempo kerja cepat justru membentuk kultur birokrasi yang adaptif dan solid.
“Kami membangun komunikasi yang terbuka. Setiap perbedaan pandangan diselesaikan dalam satu arah kebijakan,” ungkapnya.
Memasuki tahun kedua, duet LAZ–UNA menatap fase akselerasi. Dengan fondasi indikator yang membaik dan proyek strategis yang mulai bergerak, Lombok Barat diarahkan menuju transformasi yang lebih nyata baik dalam wajah kota maupun kesejahteraan masyarakatnya.











