Menu

Mode Gelap

Berita · 24 Des 2025 21:02 WITA ·

Riview Buku


 Riview Buku Perbesar

NW Bagian Potret Wajah Suku – Bangsa Sasak Ditulis Oleh : Ahmad Efendi Peneliti dan Penulis Balai Tulis literasi ( NTB ).
NW Bagian Potret Wajah Suku- Bangsa  Ntbaktua.com

Saya melihat Pak Ali sebagai orang independen, namun humanisnya sangat kuat melingkupi masyarakat sasak. Sebagai orang Lombok Timur sekaligus yang dekat dengan tempat lahirnya NW, Pak Ali tidak hanya menyaksikan NW secara dekat tetapi ikut dalam setiap episode dinamika NW. Dengan demikian Pak Ali berusaha selalu obyektif dalam melihat dan menilai NW.

Betapa pun ada pertentangan di dalam NW, Pak Ali tidak pernah hendak berpihak pada salah satu blok. Pak Ali selalu berusaha mendamaikan, “mempertemukan” dan mengajak untuk saling berkompromi walaupun memang tidak bisa lagi di satu kapal yang sama. Kasus bagaimana TGH. Hafifuddin Adnan yang “diisolasi” oleh NW ketika TGKH Zainuddin AM masih hidup memperlihatkan sikap Pak Ali sebgai humanisme tulen.

Pun ketika ada masalah NW di mana H. Syubli pernah membuat TGKH Zainuddin AM menggah padanya. Alih-alih mengambil posisi berpihak ke salah satu, malah Pak Ali berusaha mensugesti H. Syubli untuk tidak menjauhi NW. Pak Ali selalu berusaha merekatkan para pihak yang tengah berada pada titik buntu.

Dalam pada ini Pak Ali dapat dikatakan sebagai orang yang selalu berusaha mengambil jalan asosiatif dari pada disosiatif. Dalam Sosiologi proses sosial itu ada dua yaitu asosiatif dan disosiatif. Asosiatif ditandai dengan adanya usaha para pihak untuk selalu bekerja sama atau minimal saling mendekati. Sedangkan poses sosial disosiatif sebaliknya dapat berupa saling menjauhi, konflik, maupun kontravensi. Kontravensi sendiri bermakna satu pihak berusaha menghalangi pihak lainnya untuk mencapai keinginannya.

Pak Ali menyadari betul NW sebagai maha karya agung salah seorang putra Lombok Timur, sehingga ia berusaha untuk selalu “menjaga” NW dan orang-orang yang memperjuangkan NW itu sendiri. Oleh karena itu bentuk tindakan sosialnya selalu berusaha mengambil jalan asosiatif seperti di terangkan pada paragrafh sebelumnya.

Ide besar biasanya datang dari arah barat sementara NW datang dari timur. Lalu menyebar ke arah barat dan ke seluruh pelosok nusantara. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa TGKH Zainuddin AM adalah orang sasak yang patut menjadi figur nasional. Dalam pada itulah Buku yang ditulis oleh Pak Ali yang berjudul NW Bagian Potret Wajah Suku Bangsa Sasak sebagai refresentasi kebanggaan.

Bagaimana pun juga NW kini berada di banyak provinsi di Nusantara. Dalam pada itu tidak berlebihan pula Pak Ali menegakkan kebanggaanya karena memang tidak pernah menjadi personalia yang kontradiktif dengan NW dalam sejarahnya sebagai manusia sasak yang lahir dan besar di samping hingar bingar perjuangan NW.

Kepandaian Pak Ali bersikap patut menjadi catatan. Bagaimana pun buku NW Bagian Potret Wajah Suku Bangsa Sasak memperlihatkan Pak Ali sebagai tempat kembalinya orang sasak. Apa pun masalah yang mendera dinamika NW dan para tokohnya berusaha ditemui oleh Pak Ali dan berusaha untuk didamaikan.

Hal ini urgen di tengah-tengah rawannya bangsa sasak “mengkotak-kotak kan” diri mereka. Sebagai suku -bangsa kecil di tengah suku -bangsa besar di nusantara, namun ada potensi fragile pada suku-bangsa ini. Dalam pada itu tentu saja harus terus diusahakan agar potensi “keretakan” itu tetap dapat dijahit kembali.

Dalam konteks demikian diperlukan pula figur penengah yang dapat ditrima semua pihak. Minimal ada tempat kembali berembuk dan bertemu untuk mewacanakan tema-tema kalimatun sawa’ di mana ummat islam tidak ada pertentangan di dalamnya.

Terbukti dengan buku yang dituliskan oleh Pak Ali dengan kecenderungan yang terang hendak merangkul semua. Pun ketika buku telah terbit mampu mendatangkan kedua pihak di mana NW Anjani di wakili oleh salah seorang tokoh brilliantnya yaitu Prof. Dr. Fahrurrozi dan dari NWDI dihadiri oleh Dr. Fauzan.

Jika selama ini yang mampu mengahdirkan kedua pihak adalah pemerintah. Maka kali ini diprakarsai oleh seorang humanisme bernama Ali BD. Akhirnya apa pun kecenderungan masyarakat maka nilai-nilai kemanusiaan tidak pernah kalah terang dengan semua kecenderungan masyarakat itu sendiri. Nilai-nilai tetap menjadi suluh terang bagi mempersatukan semua sebagai manusia.

Lebih jauh dari itu obyektivitas Ali BD tidak pernah luntur dimakan zaman. Ia dengan tegas memberikan catatan bagi kebangkitan Suku-bangsa sasak di era awal-awal NW tumbuh. Dalam buku nya ini Pak Ali dengan terus terang mengakui posisi strategis kemunculan NW dalam latar kepiluan bangsa sasak yang telah didera kolonialisme.

Pernah dikandung buaya lalu masuk mulut harimau. Pernah berada dalam ketertindasan Kerajaan Anak Agung selama beratus tahun. Lalu masuk pula penjajahan Belanda. Lengkap sudah derita lahir batin suku bangsa sasak. Dalam pada itulah sosok TGKH Zainuddin AM berusaha meretas kebuntuan masa depan suku bangsa sasak dengan memperkenalakan pondok pesantren yang kelak menjadi embrio NW.

Perjuangan awal TGKH Zainuddi AM betul-betul dinilai sebagai sebuah fase emas bagi suku bangsa sasak bangkit. Hal ini dilukiskan pada bab-bab awal Buku Pak Ali BD. Dari sini dapat dilihat bagaimana Pak Ali BD tidak menulis dengan emosinya tetapi dengan landasan akal budinya. Berdasarkan data-data yang tidak bisa dibantah oleh insan-insan yang mengarus utamakan akal pikiran.

Memang betul adanya sebelum suku bangsa sasak.mengenal lebih jauh kehidupan moderen. TGKH Zainuddin AM telah meyemaikannya dalam kehidupan organisasi pondok pesantren. Lalu berangsur-angsur kemajuan datang dengan adanya pendirian Republik Indonesia. Dengan demikian Buku Pak Ali BD yang berusaha melukiskan kiprah NW diawal tumbuhnya betul-betul merupakan kejujuran tulen bagi seorang suku -bangsa sasak. Dalam pada ini Ali BD tidak mau seperti pepatah kacang lupa kulitnya.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Koalisi Pemuda NTB Gelar Hearing Publik, Desak Kepastian IPR dan Soroti Arahan Presiden Prabowo Subianto.

4 Februari 2026 - 18:13 WITA

Penerbitan Izin Tambang yang Tidak  Jelas : Asosiasi Pemuda Pertambangan Geruduk Ombudsman Mataram

30 Januari 2026 - 19:48 WITA

GPAN NTB Soroti Kematian Kasus Pembakaran Ibu di  Sekotong, Dampak Dari Narkoba

28 Januari 2026 - 13:03 WITA

Bendahara Umum GPAN NTB Prihatin Atas Maraknya Kekerasan Terhadap Perempuan yang  Sebabkan Narkotika

28 Januari 2026 - 10:12 WITA

Janda Miskin Ekstrim di Kuripan Selatan Bertahan Hidup di Rumah Tidak Layak, Pemda di Minta Turun Tangan.

27 Januari 2026 - 19:20 WITA

Gandeng DLH dan DLHK, Mahasiswa KKN PMD Unram Edukasi Warga Desa Pakuan Pilah Sampah dari Rumah

27 Januari 2026 - 12:54 WITA

Trending di Berita