Ntbaktual.com, Lombok Barat – Persiapan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah tahun 2026 di Kabupaten Lombok Barat dipastikan berjalan lancar. Seluruh tahapan utama telah rampung dan kini difokuskan pada penguatan jamaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Kepala Kementerian Haji Kabupaten Lombok Barat, H. Suparlan, S.Pd.I., M.Si., mengatakan bahwa bimbingan manasik haji yang dilaksanakan di tingkat kecamatan hingga kabupaten telah selesai. Setelah ini, jamaah diharapkan terus memperdalam pemahaman ibadah bersama para pembimbing yang telah ditetapkan oleh pemerintah kabupaten lombok barat, tahapan-tahapan sudah rampung di selesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Alhamdulillah, manasik sudah selesai. Sekarang penguatan jamaah dilakukan melalui pembimbing ibadah, perangkat kloter, Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang terdiri dari dokter dan perawat, serta Petugas Haji Daerah,” ujar Suparlan saat ditemui di Lombok Barat, Selasa (10/2).
Untuk mendukung layanan jamaah selama di Tanah Suci, Lombok Barat juga mengirimkan pembimbing ibadah dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Kuota Jamaah Lombok Barat Bertambah
Pada musim haji 2026, jumlah jamaah asal Lombok Barat mencapai 837 orang. Angka ini meningkat sekitar 195 jamaah dibandingkan tahun sebelumnya.
Penambahan kuota tersebut merupakan dampak dari kebijakan nasional setelah terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah.
“Selama ini masa tunggu haji di NTB cukup panjang. Dengan adanya tambahan kuota, kami berharap antrean jamaah bisa semakin dipercepat,” jelasnya.
Selain jamaah utama, pemerintah daerah juga menyiapkan sekitar 400 jamaah cadangan. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi apabila terdapat jamaah yang menunda keberangkatan atau belum melunasi biaya haji. Saat ini, 76 jamaah cadangan berpeluang menggantikan posisi yang kosong.
Pendataan dan Organisasi Jamaah Diperkuat
demi memperlancar pelayanan dan penyampaian informasi, Kementerian Haji Lombok Barat telah membentuk struktur organisasi jamaah secara lengkap, mulai dari ketua regu hingga ketua rombongan.
Pendataan jamaah juga dilakukan lebih awal sebagai bentuk tanggung jawab, dan secara administrasi keberangkatan akan terjadi hal-hal dari tahun sebelumnya.
Sementara itu, manasik lanjutan untuk kloter 8 dan kloter 15 dijadwalkan akan segera dilaksanakan.
Jamaah Lansia Jadi Fokus Pelayanan
Pelayanan terhadap jamaah lanjut usia menjadi perhatian serius pada penyelenggaraan haji tahun ini. Tercatat, jamaah tertua berusia 89 tahun, sementara jamaah termuda berusia 22 tahun.
“Kami memberikan prioritas bagi jamaah lansia, baik dari sisi tempat duduk, pendampingan, maupun layanan lainnya. Ketua regu dan rombongan yang lebih muda juga kami minta aktif mendampingi jamaah lansia agar tetap aman dan nyaman selama ibadah,” tegas Suparlan.
Imbauan Jaga Kesehatan dan Kesiapan Ibadah
Menjelang keberangkatan, jamaah diimbau untuk menjaga kondisi fisik dengan rutin berolahraga ringan, seperti berjalan kaki minimal 30 menit setiap hari. Hal ini penting untuk mempersiapkan stamina menghadapi rangkaian ibadah haji.
Selain fisik, jamaah juga diminta memperkuat kesiapan mental dan spiritual, terutama dengan memanfaatkan momentum bulan Ramadan.
“Ibadah haji adalah kesempatan yang sangat berharga. Jaga kesehatan dan persiapkan mental serta spiritual agar ibadah bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya,” pesannya.
Ajak Masyarakat Daftar Haji Sejak Dini
Di akhir keterangannya, Suparlan mengajak masyarakat Lombok Barat yang telah memiliki kemampuan finansial agar tidak menunda pendaftaran haji.
“Pendaftaran haji sudah bisa dilakukan sejak usia 12 tahun, sementara keberangkatan minimal usia 18 tahun. Mendaftar sejak dini akan memberikan peluang antrean yang lebih cepat,” pungkasnya.











