Ntbaktual.com – Lombok Barat – Potret kemiskinan ekstrem masih nyata di Desa Kuripan Selatan, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat. Seorang janda lanjut usia, Inak Haeriah, harus menjalani hidup bersama delapan anggota keluarganya di sebuah rumah sederhana yang kondisinya jauh dari kata layak huni.
Inak Haeriah merupakan warga Dusun Aik Jambe RT 01. Kondisi tempat tinggalnya terungkap setelah adanya laporan dari tokoh masyarakat setempat, Sahabudi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kuripan Selatan. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Jurnalis Online Indonesia (JOIN) NTB melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Senin (27/1/2026).
Sejak ditinggal wafat suaminya beberapa tahun lalu, Inak Haeriah harus berjuang sendiri memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Keterbatasan ekonomi membuatnya tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki rumah yang kini ia tempati.
“Kami kesulitan bahkan untuk makan sehari-hari,” ungkapnya lirih.
Salah satu anak Inak Haeriah memang telah berkeluarga, namun kondisi ekonomi keluarga tersebut juga tergolong lemah. Menantunya bekerja sebagai buruh harian lepas tanpa penghasilan tetap, sementara Inak Haeriah hanya mengandalkan penghasilan dari membuat anyaman ingke, dengan hasil maksimal dua buah per hari yang dihargai sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 per buah.
Melihat kondisi tersebut, Sahabudi mengaku sangat prihatin. Ia berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait seperti Baznas, Dinas PUPR, dan Dinas Sosial dapat segera memberikan solusi konkret, khususnya bantuan rumah layak huni.
“Kondisinya benar-benar tidak manusiawi. Ini butuh perhatian serius,” tegasnya.
Hal yang sama disampaikan Ruslan, Ketua RT setempat. Ia membenarkan bahwa kondisi rumah Inak Haeriah telah lama menjadi perhatian warga.
“Kami berharap Bupati Lombok Barat Bapak H. Lalu Ahmad Zaini dan Wakil Bupati Hj. Nurul Adha bisa meninjau langsung kondisi warga kami ini,” ujarnya.
Sementara itu, Misniawati, menantu Inak Haeriah, tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan harapannya. Ia berharap pemerintah berkenan membantu keluarganya untuk mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak.
“Kami sangat berharap bantuan dari Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati. Kami ingin hidup di rumah yang aman dan layak,” katanya dengan suara bergetar.
Misniawati saat ini memiliki satu anak, sekaligus menanggung adik kandungnya yang masih duduk di bangku kelas VII SMP, yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab keluarga kecil tersebut.
Terpisah, Kepala Desa Kuripan Selatan, Satriawan, membenarkan bahwa Inak Haeriah termasuk dalam kategori Desil 1 atau miskin ekstrem.
“Bahkan bukan hanya satu keluarga. Berdasarkan pendataan sementara, ada sekitar 15 kepala keluarga di desa kami yang kondisinya hampir serupa,” jelasnya. ( Red )











