LOMBOK BARAT, Ntbaktual.com – Proyek investasi strategis Marina Bay Sekotong, Lombok Barat, memasuki babak baru setelah mengalami perubahan kepemilikan dan struktur pengelolaan. Aliansi Advokat dan Paralegal Indonesia (AAPI) turun tangan untuk mengawal penuh proyek yang sempat terhambat perizinannya ini.
Proyek yang menjadi pertaruhan penting bagi ekonomi Lombok Barat ini sebelumnya terpaksa dihentikan sementara. Aktivitasnya terhenti akibat surat teguran dari Pemda Lombok Barat terkait izin yang belum tuntas.
Kini, harapan baru muncul. Berdasarkan pemberitahuan resmi, seluruh saham perusahaan telah diakuisisi sepenuhnya oleh manajemen baru yang dipimpin oleh Mr. Jamie McIntyre di bawah naungan PT Marina Bay Investment dan PT Bali Real Estate Property.
Dengan demikian, Mr. Adrian James Campbell dan jajaran pengurus lama dipastikan tidak lagi memiliki keterkaitan dengan manajemen maupun kegiatan operasional Marina Bay Group.
Seluruh struktur kepengurusan kini telah digantikan dengan tim manajemen baru, termasuk di dalamnya jajaran Tim Konsultan profesional yang akan mengawal arah pengembangan proyek secara transparan.
Langkah strategis ini juga mendapat pendampingan langsung dari Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Advokat dan Paralegal Indonesia (AAPI), yang sekaligus menjadi bagian dari Tim Konsultan Marina Bay.
Dewan Pembina AAPI, Hj. Deni Gunarja, SH., MH., M.Kn, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pembangunan proyek Marina Bay Sekotong hingga benar-benar tuntas.
“Kami akan memastikan proyek ini berjalan sesuai ketentuan hukum dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” ujar Hj. Deni Gunarja.
Sementara itu, Ketua Umum AAPI, Agus Christianto, SH., MH., menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendukung dan mengawasi seluruh proses transisi manajemen. Tujuannya agar kondisi perusahaan benar-benar stabil dan siap beroperasi penuh.
“Kami ingin memastikan bahwa segala sesuatunya berjalan dengan lancar dan transparan, demi kepentingan investor dan masyarakat,” tegas Agus.
Sekretaris Jenderal AAPI, Ichwan Al, CPLA, memastikan komitmen pihaknya untuk terus mendampingi investor dalam setiap langkah, baik dalam proses birokrasi maupun sosial di lapangan.
Ichwan mengindikasikan bahwa hambatan sebelumnya terjadi karena faktor manajemen lama. “Kami sedang melakukan evaluasi menyeluruh dan melengkapi kekurangan yang belum dijalankan oleh manajemen lama. Fokus kami adalah memastikan semua aspek berjalan sesuai rencana,” ungkap Ichwan.
Senada dengannya, Humas AAPI, Bambang, CPLA, menambahkan bahwa semangat utama dari seluruh pihak yang terlibat adalah untuk menciptakan kesejahteraan sosial dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Desa Induk Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.
“Kami ingin memastikan proyek ini benar-benar menjadi ladang kehidupan baru bagi masyarakat lokal, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi pesisir,” ujarnya.
Penanggung Jawab Project Marina Bay, Joko Prihanto Putro, CPLA, menegaskan bahwa pengumuman ini penting untuk menghindari miskomunikasi dengan pihak pemerintah maupun masyarakat.
Joko menyampaikan komitmen penuh manajemen baru. “Manajemen baru ini sangat serius. Kami tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan hubungan. Kami akan selalu mengedepankan sinergi dan kolaborasi yang erat dengan semua kalangan, khususnya masyarakat di lingkar proyek,” ujar Joko Prihanto Putro.
Ia menambahkan, “Kami berkomitmen untuk menghormati dan mengedepankan kearifan lokal, budaya, serta tatanan birokrasi yang berlaku di Kabupaten Lombok Barat. Ini adalah kunci agar proyek dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi daerah.”
Di tingkat lokal, langkah restrukturisasi ini disambut baik. Amrillah, salah satu konsultan lokal yang turut mengawal proses ini, berharap semua kendala perizinan yang ada bisa segera dibantu oleh pemerintah daerah.
“Kami berharap semua kendala dalam perizinan bisa dibantu sebagaimana komitmen Bupati Lombok Barat yang menyediakan ‘karpet merah’ kepada investor yang serius,” kata Amrillah.
Ia menilai, investor baru ini menunjukkan keseriusan yang tinggi. “Saya pikir investor sangat serius. Ini dibuktikan dari proses pembebasan lahan yang sudah mencapai 4,6 hektar dan masih terus berproses untuk 5,4 hektar sisanya, sebagaimana harapan Bapak Bupati,” jelasnya.
Amrillah optimistis, pelibatan tim konsultan baru yang kini didukung penuh AAPI dapat menjadi kunci. “Terlebih yang dalam pengurusan kali ini melibatkan tim konsultan baru, diharapkan bisa mengurai permasalahan yang sebelumnya terjadi,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa investor tidak diam. “Saya pikir investor sangat serius, di lapangan juga sedang ada beberapa pengerjaan fisik (yang sempat tertunda),” tutupnya.
Dengan hadirnya manajemen baru dan dukungan penuh dari AAPI, diharapkan Proyek Marina Bay Sekotong dapat segera mengatasi hambatan perizinan dan status lahan, untuk kemudian berjalan maksimal sebagai salah satu destinasi unggulan baru di wilayah selatan Lombok Barat.











