Ntbaktual.com -Lombok Baret, Kegiatan penggalangan dana yang digelar Komite Sekolah SMAN 1 Gerung pada Rabu (15/10/2025) menuai polemik di kalangan wali murid. Acara yang dilaksanakan di Aula Lantai II sekolah tersebut dibagi dalam tiga sesi untuk masing-masing jenjang kelas X, XI, dan XII.
Kepala Sekolah SMAN 1 Gerung, M. Ridwan Helmy, “menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya koordinasi antara sekolah dan komite guna mencari solusi atas keterbatasan dana operasional pendidikan tahun ajaran 2025/2026. Ia menegaskan bahwa dana yang dikumpulkan bukan lagi dalam bentuk iuran wajib (SPP), melainkan sumbangan pendidikan bersifat sukarela sesuai kemampuan masing-masing wali murid,”.
Namun, sejumlah wali murid merasa keberatan dan menilai kebijakan tersebut tidak sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi NTB yang telah membebaskan SPP bagi siswa sekolah negeri. Seorang wali murid berinisial ZM menyebutkan bahwa pihak sekolah tetap meminta sumbangan sebesar Rp1,8 juta per tahun, dan ini terasa memberatkan, bukan lagi seikhlasnya, melainkan sudah di patok dari semua wali murid yang ikut hadir dalam rapat yang sudah di laksanakan. Tentu ini memberatkan wali murid dan seperti sebuah kewajiban atas iuran yang terselubung ini.
ZM juga menilai bahwa meski disebut “sukarela”, besaran nominal dan kekhawatiran akan berkurangnya fasilitas sekolah membuat orang tua merasa terpaksa ikut menyumbang,”.
“Akibatnya, kegiatan penggalangan dana ini memunculkan pro dan kontra di kalangan wali murid, antara kebutuhan sekolah dalam menutupi kekurangan dana dan kemampuan ekonomi keluarga siswa yang beragam di tengah ekonomi yang kurang stabil,”ungkapnya.











